Hipertensi adalah kondisi penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan namun dapat dikendalikan. Kejadian hipertensi pada lansia meningkat di Indonesia, seiring dengan bertambahnya usia dan proses degeneratif. Urgensi kegiatan skreening di kalangan lanjut usia (lansia) sangat perlu dilakukan untuk mendeteksi secara dini kejadian hipertensi pada lansia. Hipertensi sering tidak menunjukkan gejala, sehingga baru disadari bila telah menyebabkan gangguan organ seperti gangguan fungsi jantung atau stroke. Tidak jarang hipertensi ditemukan secara tidak sengaja pada waktu pemeriksaan kesehatan rutin atau datang dengan keluhan lain.
Senin (15/07/2019) kemarin, Posbindu lansia kembali di gelar di Balai Desa Tumpuk oleh Bidan Polindes Desa Tumpuk beserta kader lansia yang bekerja sama dengan puskesmas Tugu untuk melaksanakan kegiatan Skreening Hipertesi pada warga lansia di Desa Tumpuk. Acara tersebut di mulai pukul 08.30 sampai dengan selesai.
Kegiatan ini di awali dengan penyuluhan kesehatan mengingatkan kepada para lansia untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka secara rutin agar menghindari keterlambatan penanganan pada penyakit. Penyakit yang paling banyak diderita orang lansia dalam Riset Kesehatan adalah penyakit sendi, tekanan darah tinggi, katarak, stroke, dan jantung. Upaya deteksi penyakit orang lansia selama ini dilakukan melalui posbindu lansia. Dilanjutkan pemeriksaan tinggi badan, berat badan, pemeriksaan tensi darah dan pemeriksaan gula darah, maupun konseling kesehatan.
Dalam kegiatan skreening hipertensi ini selain di hadiri oleh para Lansia, Bpk Nuriono selaku Babinkamtipnas juga turut hadir dalam acara tersebut. Para lansia juga terlihat cukup antusias, mengikuti kegiatan pengecekan kesehatan yang rutin diadakan sebulan sekali. Tercatat ada sekitar 100 lansia yang hadir.
Adanya Posbindu Lansia yang aktif rutin dilaksanakan setiap bulannya akan memudahkan para masyarakat untuk menggecek kesehatan dan memonitoring tekanan darah.